Dalam Diskusi Mahasiswa Puncak, Desak Aparat Keamanan (TNI – Polri) di Beoga Stop Represif Terhadap Rakyat.

- Editor

Kamis, 23 Januari 2025 - 20:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire Timurnews.id Pada Kamis, malam tgl 23/01/2025 Sejumlah Mahasiswa puncak se-nabire Papua tengah mengadakan forum diskusi terbuka, dengan agenda:

Update situasi keamanan kabupaten puncak, lebih khusus distrik beoga,Dalam diskusi tersebut media memantau dan ada beberapa mahasiswa menyampaikan bahwa

Di beoga ada tiga kampung yang bernama dambet,tingilbet,dan julogoma, di tahun 2021 warga setempat diusir oleh TNI sampai saat ini masyarakat mengungsi dan menempati dirinya ke distrik beoga, sebagian masyarakat lari ke timika – Nabire serta ilaga kota,Dan tempat masyarakat tiga kampung dikuasai oleh Tni,

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Semua akses penerbangan timika-beoga, Ilaga-beoga diatur oleh TNI, padahal agen anak putra daerah suda dipercayakan untuk mengatur akses penerbangan,

Masyarakat dibatasi aktifitas malam dan siang memberikan perbatasan waktu untuk beraktivitas,Warga yang baru ke beoga harus lapor di pos TNI dan menempati disana,

Baca Juga:  Kapolri Tegaskan Penguatan Pelayanan Publik, Apel Kasatwil 2025 Resmi Launching Seragam Baru Pamapta

Padahal anak asli putra daerah beoga,Mengingat dengan beberapa hal yang terjadi disana,Mahasiswa mengambil kesimpulan beberapa poin berikut bahwa :

1.Petugas Keamanan (TNI) tidak boleh adakan kekerasan terhadap masyarakat sipil,

2.Dilarang membangun pos aparat tambahan selain yang ada,

3.pemerinta puncak segera pindahkan aparat dari tiga kampung, dan kembalikan masyarakat yang suda pengungsi dimana-mana meninggalkan semua rumah, gereja,dan ternak, serta perkebunan.

Saat awak media memantau di forum tersebut bahwa banyak mahasiswa sangat kecewa atas kejadian-kejadian terhadap orang tua mereka,

Pemerintah segera meninjau di distrik beoga dan lebih kususu 3 kampung tersebut, agar masyarakat yang pengungsi dimana-mana bisa kembali seperti semula.

 

RED.Dei M

Berita Terkait

Univa Dukung Penerapan UU KUHAP
Jalsah Salanah 2025 Ahmadiyah Kalbar: Tasyakur 100 Tahun JAI, Kedamaian, serta Peduli Korban Bencana 
Pemkab Siak : Anak Yatim Piatu dapat santunan Lewat Dinas Sosial Dan Baznas.
Gawat, Gedung Puskesmas UPTD Citorek Rusak Bertahun-Tahun Tak Kunjung Diperbaiki: Aktivis Akan Ajukan Audit Anggaran Ke Inspektorat Lebak
Bantuan Polda Riau ke Agam Tak Putus, Kini Kirim 30 Tangki Air
Panen Raya Jagung di Sungai Apit Wujudkan Dukungan Polri terhadap Ketahanan Pangan Nasional
Polsek Tualang Gelar Patroli R2 dan Sosialisasi Kesiapsiagaan Banjir di Pinang Sebatang Timur
Jamin Keamanan, Kapolsek Ampana Tete Kawal Dialog Warga dan Pemerintah Desa Pusungi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Desember 2025 - 21:40

Univa Dukung Penerapan UU KUHAP

Senin, 8 Desember 2025 - 15:47

Jalsah Salanah 2025 Ahmadiyah Kalbar: Tasyakur 100 Tahun JAI, Kedamaian, serta Peduli Korban Bencana 

Senin, 8 Desember 2025 - 15:13

Pemkab Siak : Anak Yatim Piatu dapat santunan Lewat Dinas Sosial Dan Baznas.

Senin, 8 Desember 2025 - 14:55

Gawat, Gedung Puskesmas UPTD Citorek Rusak Bertahun-Tahun Tak Kunjung Diperbaiki: Aktivis Akan Ajukan Audit Anggaran Ke Inspektorat Lebak

Senin, 8 Desember 2025 - 14:53

Bantuan Polda Riau ke Agam Tak Putus, Kini Kirim 30 Tangki Air

Senin, 8 Desember 2025 - 14:19

Polsek Tualang Gelar Patroli R2 dan Sosialisasi Kesiapsiagaan Banjir di Pinang Sebatang Timur

Senin, 8 Desember 2025 - 14:12

Jamin Keamanan, Kapolsek Ampana Tete Kawal Dialog Warga dan Pemerintah Desa Pusungi

Senin, 8 Desember 2025 - 14:07

Jaga Situasi Tetap Kondusif, Kapolsek Ampana Kota Aktif Berdialog Langsung dengan Warga

Berita Terbaru

Daerah

Univa Dukung Penerapan UU KUHAP

Senin, 8 Des 2025 - 21:40

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x