Nabire Timurnews.id Pada Kamis, malam tgl 23/01/2025 Sejumlah Mahasiswa puncak se-nabire Papua tengah mengadakan forum diskusi terbuka, dengan agenda:
Update situasi keamanan kabupaten puncak, lebih khusus distrik beoga,Dalam diskusi tersebut media memantau dan ada beberapa mahasiswa menyampaikan bahwa
Di beoga ada tiga kampung yang bernama dambet,tingilbet,dan julogoma, di tahun 2021 warga setempat diusir oleh TNI sampai saat ini masyarakat mengungsi dan menempati dirinya ke distrik beoga, sebagian masyarakat lari ke timika – Nabire serta ilaga kota,Dan tempat masyarakat tiga kampung dikuasai oleh Tni,
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Semua akses penerbangan timika-beoga, Ilaga-beoga diatur oleh TNI, padahal agen anak putra daerah suda dipercayakan untuk mengatur akses penerbangan,
Masyarakat dibatasi aktifitas malam dan siang memberikan perbatasan waktu untuk beraktivitas,Warga yang baru ke beoga harus lapor di pos TNI dan menempati disana,
Padahal anak asli putra daerah beoga,Mengingat dengan beberapa hal yang terjadi disana,Mahasiswa mengambil kesimpulan beberapa poin berikut bahwa :
1.Petugas Keamanan (TNI) tidak boleh adakan kekerasan terhadap masyarakat sipil,
2.Dilarang membangun pos aparat tambahan selain yang ada,
3.pemerinta puncak segera pindahkan aparat dari tiga kampung, dan kembalikan masyarakat yang suda pengungsi dimana-mana meninggalkan semua rumah, gereja,dan ternak, serta perkebunan.

Saat awak media memantau di forum tersebut bahwa banyak mahasiswa sangat kecewa atas kejadian-kejadian terhadap orang tua mereka,
Pemerintah segera meninjau di distrik beoga dan lebih kususu 3 kampung tersebut, agar masyarakat yang pengungsi dimana-mana bisa kembali seperti semula.
RED.Dei M
















